Saya disini hanya sebagai perantara pengungkapan jati diri kalian, jangan berguru, jangan terlalu memaksakan diri, jangan anggap serius semua ucapan saya, anda tahu saya bukan lah suatu yg ucapanya Maha Benar. tapi  saya adalah seorang dengan ucapan yang akan membawa anda semua kedalam dunia anak-anak anda kembali, tak usah risau, cukup kosongkan pikiran anda dan nikmati setiap prosesnya…

satu-ikatan-persahabatan

manusia seperti kita seringkali lupa dengan sifak kekanak-kanakan yang sering juga dianggap oleh orang umum kebanyakan hal itu sudah bukan garapan orang dewasa. Dewasa menurut siapa? mungkin itu pernah menjadi bahan pikiran anda ketika disuatu saat anda sedang melamun sendiri atau ketika anda mempunyai pacar menanyakan hal serupa “kamu sudah dewasa belum?”, paradoks memang, lidah ingin meliukan ototnya berbicara “sudah” orang disekeliling anda akan berpikiran anda masih terlalu muda untuk disebut manusia dewasa. Dewasa menurut pandangan mereka.

Anda tidak salah dengan mengatakan itu, semua orang berhak, silakan anda mengatakan “saya sudah dewasa, saya sudah dewasa” didepan cermin berjuta kali sampai terasa puas dan mendapatkan satu energi Percara Diri, kata orang sekarang PD. Namun, itu sebuah obat jamuran yang akan memaksa anda menjadi sang makhluk baru dengan berpikiran anda sudah dewasa, dengan tindakan kurang perhitungan dan jiwa selemah balon yang ditusuk dengan jarum karatan. Berpikirlah kembali…

merasa pusing? close saja windowsnya,. untuk yang merasa masih kuat, silakan dilanjut…

Kenapa anda tidak mau mendapatkan sebutan sebagai anak-anak?
anak-anak itu mudah. semudah iklan tri yang berlabelkan, “dewasa itu seru, tapi susah dijalani”. jadi, kenapa anda bersusah-susah ingin menjadi orang dewasa padahal jiwa anda, masih tertarik dengan jiwa masa anak-anak,

bersambung ke episode berikutnya…

(didalam kelas dengan dosen yang menerangkan teori fisika modern, namu rajin bertanya kepada para mahasiswanya)