Tas merek eiger ia isi dengan empat buah buku tebal. Tipler, Purcell Varberg I & II, Malvino. sekiranya jika ditimbang beratnya sama dengan sebuah mesin Milling untuk pembuatan lapisan TiO2. Pulpen, Catatan harian, Buku kuliah, spidol hitam, kertas HVS, jaga jaga kalau nanti terpaksa menulis atau malah untuk menggambar, hp jadul dan android. “Ok, packing selesai” gumanya. Ia berkuliah di sebuah kampus negeri yang berada dipinggir kota, meskipun begitu, Universitas tersebut tetaplah universitas negeri. Walaupun orang berpikiran bahwa universitas negeri lebih baik daripada universitas swasta, merupakan kesalahan pandangan secara umum. Tidak langsung dan tidak sadar kita telah disudutkan untuk memilih universitas swasta dengan jaminan anak-anak yg dititipkan ke universitas tersebut dapat menjadi sukses karena embel-embel “negeri”. Lebih parah lagi terjadi suatu ketimpangan yang kiranya tidak begitu perlu ditonjolkan apalagi di agulkan yaitu kuliah di negeri hanya sebagai “gengsi orang tua atau pun anak”, “lebih percaya diri, karena tidak disebut kuper”, “merasa lebih unggul dibanding mahasiswa swasta”.

Pemikiran seperti itu membuat miris hatinya, mengapa harus ada perbedanaan antara negeri dan swasta, apakah kita berbeda tujuan? apakah kita di didik untuk menjadi manusia yang bertolak belakang?. capek rasanya. Dibuang jauh-jauh pikiran itu, mual bisa selalu seperti itu disetiap saat dan waktu yang tidak diharapkan. “sreet, klik,” suara sepatu dan kunci pintu yg saling bergeser secara bersamaan menimbulkan gelombang suara romantis bagi dirinya.

Wuisss, suara angin menumbuk dedauanan, ranting dan tembok kamar kosnya. Matahari menyilaukan mata. ia melihat jam tangan “10.30 hampir telat”. sejenak erasakan momen pagi itu dengan khidmat, merasakan karunia tuhan yang sangat besar masuk kedalam dirinya melalui kejadian-kejadian kecil tadi. “moment langka bagi setiap orang di muka bumi ini” pikirnya melayang meniti setiap perasaan hangat ditubuh. ia bergerak. siap untuk berangkat. perjalanan yang harus ia tempuh sekitar 2 Km dapat ditempuh hanya dengan waktu tiga puluh menit ditambah uang tiga atau empat ribu rupiah. tarif nya tidak tentu, sesuai dengan mood sisupir angkot. biasanya membayar tiga ribu rupiah. caranya dengan menyodorkan uang tersebut setelah turun dari angkot, lalu menjauh seceptnya. itulah tips hari ini.

ia bernama fery, dipanggil oleh keluarganya fey, fe ry, fe-rrryy, kadang sering disebut ery. Berasal dari keluarga kaya disekitar daerah kabupaten sekitar kampusnya. Ayahnya bekerja sebagai seorang insyinyur di sebuah pabrik raksasa besutan jepang. Pabrik faktor penghasil kemacetan terbesar di indonesia, Honda. Ibunya berdagang di sebuah toko milik sendiri dengan keuntungan tidak kalah besar dengan gaji ayahnya. mereka orang sibuk. jarang fery mendapatkan perhatian keduanya. selalu pulang saat badan sudah terasa terbakar oleh cape tak bertujuan. fery selalu mengaji didalam kamarnya, tanpa sepengeetahuan kedua orang tua. Pergi ke masjid hanya untuk mengajarkan kepada anak-anak kecil bahwa hidup mereka haruslah penuh dengan belajar agama dan taat kepada orang tua. fery menikmati itu, tapi tidak menikmati kehidupan pribadi dengan orang tuanya.

Tiba dikelas, dibukanya buku seberat satu kilo setengah didepan mukanya. Tipler. Bab pertama mengenai ppengenalan sifat-sifat dasar materi fisika yang hari ini akan dijadikannya sebagai santapan dan makan siang di hari pertama kuliahnya. seperti circumpunct2, penuh dengan misteri hidup.

BERSAMBUNG KE BAGIAN III, SAYA MAU KULIAH DULU😉

2 Lingkaran dengan sebuah titik di bagian tengah. Sebuah simbol terkuno yang memiliki banyak arti. Di Mesir kuno, circumpunct adalah simbol Ra—Dewa Matahari. Ilmu astronomi modern masih menggunakan circumpunt sebagai simbol matahari. Dalam kimia, circumpunct adalah simbo untuk emas. Dalam filsafat Timur, circumpunt merepresentasikan pemahaman spiritual Mata Ketiga, mawar suci dan tanda penerangan. Penganut mistik kuno menyebutnya sebagai Mata Tuhan. Penganut Phytagoras menggunakan simbol  circumpunct sebagai simbol Monad—Kebenaran Suci, The Prisca Sapienta, at-one-ment (penyatuan) benak dan jiwa. Circumpuct pada dasarnya adalah simbol Misteri Kuno