Archive for Juli, 2013


Ksatria: Matahari, Bulan, Bumi. 2

Tas merek eiger ia isi dengan empat buah buku tebal. Tipler, Purcell Varberg I & II, Malvino. sekiranya jika ditimbang beratnya sama dengan sebuah mesin Milling untuk pembuatan lapisan TiO2. Pulpen, Catatan harian, Buku kuliah, spidol hitam, kertas HVS, jaga jaga kalau nanti terpaksa menulis atau malah untuk menggambar, hp jadul dan android. “Ok, packing selesai” gumanya. Ia berkuliah di sebuah kampus negeri yang berada dipinggir kota, meskipun begitu, Universitas tersebut tetaplah universitas negeri. Walaupun orang berpikiran bahwa universitas negeri lebih baik daripada universitas swasta, merupakan kesalahan pandangan secara umum. Tidak langsung dan tidak sadar kita telah disudutkan untuk memilih universitas swasta dengan jaminan anak-anak yg dititipkan ke universitas tersebut dapat menjadi sukses karena embel-embel “negeri”. Lebih parah lagi terjadi suatu ketimpangan yang kiranya tidak begitu perlu ditonjolkan apalagi di agulkan yaitu kuliah di negeri hanya sebagai “gengsi orang tua atau pun anak”, “lebih percaya diri, karena tidak disebut kuper”, “merasa lebih unggul dibanding mahasiswa swasta”.

Pemikiran seperti itu membuat miris hatinya, mengapa harus ada perbedanaan antara negeri dan swasta, apakah kita berbeda tujuan? apakah kita di didik untuk menjadi manusia yang bertolak belakang?. capek rasanya. Dibuang jauh-jauh pikiran itu, mual bisa selalu seperti itu disetiap saat dan waktu yang tidak diharapkan. “sreet, klik,” Baca lebih lanjut

Ksatria1 pergi ke suatu tempat dengan harapanya yang menggebu-gebu.. disetiap langkahnya membuat harapan semakin tinggi, setiap tarikan napas membuat dada semakin besar penuh dengan angan-angan yang akan didapat, ayunan tangan bagaikan ayunan pikiran yang maju dan mundur seiring dengan apa yang akan menjadi kenyataan didepanya.

Berangka dari rumah yang berbentuk persegi mempunyai luas tidak lebih dari empat kali lima meter masih membuat dirinya merasa nyaman tanpa gangguan pikiran-pikiran aneh, meja terisi dengan berbagai buku ilmu pengetahuan dari bermacam-macam jenis kertas dan penerbit sekarang sudah tidak berselera lagi untuk dibaca. Lampu minyak yang semenjak tadi malam menyala untuk menerangi ruangan tersebut terasa seperti menerangi jiwanya yang sedang berbunga. Bunga bank. Bukan. Bunga cinta. Baca lebih lanjut

langitmalm
semua orang menyimpan sebongkah matahari dalam dirinya.
ada yang terbit ada yang terbenam.
matahariku tidak pernah terbenam.
masih adakah cucian yang belum kering..?
masih adakah sampah yang ingin kalian bakar?
mari dekatkan pada wajah ku.

Assalamualaikum, Selamat Pagi…

kembali lagi kedalam topik penuh kebingungan dalam hidup kita, saya akan membahas mengenai arti puisi diatas, untuk mengefektifkan waktu saja dalam membaca artikel saya.. toh anda mungkin hanya mau copast atau lihat sebentar saja… gpp, itu urasan anda, urusan saya adalah menuliskan apa yang ada didalam pikiran saya.

Un Sol Em Noite … Matahari Kala Malam, Baca lebih lanjut

Saya disini hanya sebagai perantara pengungkapan jati diri kalian, jangan berguru, jangan terlalu memaksakan diri, jangan anggap serius semua ucapan saya, anda tahu saya bukan lah suatu yg ucapanya Maha Benar. tapi  saya adalah seorang dengan ucapan yang akan membawa anda semua kedalam dunia anak-anak anda kembali, tak usah risau, cukup kosongkan pikiran anda dan nikmati setiap prosesnya…

satu-ikatan-persahabatan

manusia seperti kita seringkali lupa dengan sifak kekanak-kanakan yang sering juga dianggap oleh orang umum kebanyakan hal itu sudah bukan garapan orang dewasa. Dewasa menurut siapa? mungkin itu pernah menjadi bahan pikiran anda ketika disuatu saat anda sedang melamun sendiri atau ketika anda mempunyai pacar menanyakan hal serupa “kamu sudah dewasa belum?”, paradoks memang, lidah ingin meliukan ototnya berbicara “sudah” orang disekeliling anda akan berpikiran anda masih terlalu muda untuk disebut manusia dewasa. Dewasa menurut pandangan mereka. Baca lebih lanjut

tearsMengapa menangis jiwaku?
Kaudapatikah kelemahanku?
air matamu pedih melukai hati,
Sebab kesalahan tak kusadari,
sampai engkau meratapi diri,
selain kata-kata tiada yang kumiliki,
tuk mengartikan isyarat-isyarat mimpi,
Hasrat Keinginanmu atau petunjukmu!
(kahlil Gibran)

Demikian sepotong, penggalan unik puisi bang kahlil., kesedihan akan jiwa atas semua kesalahan diri yang bergelimang dosa., pembahasan kali ini bukan tentang dosa yah, tapi gw sedikit akan bercerita tentang sesuatu yang sedikit wahh, woow, gw sekarang mau cerita tentang kehidupan galau dan solusinya,. hm hm hmmm :-). Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: